Senin pagi jam menunjukkan pukul 7 kurang 5 menit, di Fakultas Seni Rupa dan Desain di salah satu univesitas ternama di Jakarta sedang berlangsung masa orientasi pengenalan kampus. Fariz merupakan lulusan SMA asal Solo, terlihat bergegas lari dengan terburu-burunya karena kesiangan. Dan juga ada Christy, mahasiswi baru yang juga akan mengikuti orientasi pengenalan kampus terlihat tergesa-gesa dengan tas besar berisi peralatan yang diperintahkan para senior untuk dibawa.
Fariz bergegas lari karena takut telat, dengan nafasnya yang tergesa-gesa lalu tiba-tiba, Bruukkk!! Fariz menabrak seseorang dan orang itu adalah Christy. Barang-barang yang dibawa Christy pun berantakan jatuh. Dengan segera, Fariz mengambil barang-barang Christy yang jatuh. Christy yang juga berusaha membereskan barang-barangnya pun sambil menggerutu, “loe kalo lari pake mata dong!”. Fariz yang merasa bersalah meminta maaf kepada Christy, “sori..sori.. gue buru-buru soalnya, udah telat nih” sambil bergegas lari kembali.
Sesampainya di tempat orientasi, ternyata Fariz pun sudah telat. Para senior pun menghukum Fariz dengan menyuruhnya untuk berdiri di depan teman-teman mahasiswa baru lainnya. Gak lama setelah itu, dengan santainya Christy berjalan seolah tanpa dosa yang padahal dia udah telat banget. “Heh, kamu udah telat malah santai-santai aja jalannya..!!”, teriak Helen salah satu senior. “Maaf kak, tadi saya ditabrak orang yang lari-lari gak jelas terus barang-barang saya berantakan..”, kata Christy. Helen dengan emosinya “udah sekarang kamu dihukum, kamu berdiri didepan tuh.. bareng sama cowo itu”. Dengan melasnya Christy berjalan menuju depan barisan mahasiswa baru dan terkejut setelah melihat Fariz. “Hah? Elu juga anak Desain? Gara-gara lu nih gue ikut dihukum juga..” kata Christy.
Hukuman pun selesai, dan ternyata Fariz dan Christy ada dalam satu kelompok orientasi itu. Dan mereka pun saling berkenalan satu dengan yang lainnya. Ketika senior menyuruh untuk mengeluarkan alat tulis, Fariz gelisah karena alat tulisnya ketinggalan gara-gara kesiangan. Christy yang melihat Fariz kebingungan mencari pinjaman alat tulis pun meminjamkannya kepada Fariz, “nih pake punnya gue deh, gue bawa lebih..”kata Christy. “Hmm..Thanks yah..Sori gue pinjem dulu nih..untung aja lu baw lebih yah..”
Setelah melewati masa orientasi itu, Fariz dan Christy pun makin dekat. Mereka selalu jalan bareng, kerjain tugas bareng dan makan bareng. Intensitas mereka dalam ketemu pun mulai menumbuhkan benih cinta pada hati Fariz. Fariz pun bingung dengan apa yang dirasakannya saat itu.
Dilain sisi, Christy pun yang diam-diam ternyata juga mulai suka dengan Fariz. Bagi Christy, Fariz merupakan cowo yang baik dan perhatian. Dan pada satu kesempatan, Christy mulai ragu dengan apa yang dia rasakan terhadap Fariz. Pada saat itu, Jumat siang, Fariz meminta izin kepada Christy karena Fariz mau sholat Jumat. “Christy, gue mau ke mesjid dulu yah mau sholat Jumat..”kata Fariz. “Ohh iya.. gue tunggu di sini yah Riz..” , jawab Christy sambil kebingungan. Christy mulai ragu setelah mengetahui bahwa Fariz merupakan seorang muslim dan berbeda agama dengannya.
Pada hari Minggunya, Fariz mengajak Christy untuk jalan bareng ke mall. “Chris, jalan yuuk ke mall ntar siang..” ajak Fariz. Christy dengan berat hati pun menolak “sori Riz..ntar siang gue mau ke gereja…”. Fariz yang tahu pada saat itu pun mulai ragu dan menjadi bimbang dengan apa yang dia rasakan kepada Christy.
Pada akhirnya, Fariz pun yang mengetahui bahwa mereka berbeda dalam hal keyakinan, mulai memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya kepada Christy. “hhmmm..Chris, gue mau ngomong serius nih..tapi gue harap lu jangan marah yah..” ucap Fariz dengan serius. Sambil tertawa kecil Christy berkata “Apaan sih lu Riz.. ya ngomong aja kali..”. “Gue..gue.. gue suka sama lu Christy.. Gue tau klo kita itu beda, gue sadar mungkin kiya gak akan bisa buat jalanin hubungan serius ke depannya.,”kata Fariz dengan tegas. “Riz..sebenernya gue juga suka sama lu.. gue kenal lu sebagai cowo yang bae, yang perhatian sama gue,,tapi emang perbedaan kita ini yang jadi penghalang..gue bingung harus gimana.. emang kita salah yah kalo kita itu beda? ”
Dan akhirnya Fariz dan Christy pun berpacaran. Dengan perbedaan yang mereka miliki, mereka saling menghargai dan saling mendukung satu sama lain.
Jadi, salahkan apabila kita berbeda???
writed by: Aprianto
Fakultas Ilmu Komunikasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar